Soal pangkat dan akar di TIU hampir selalu bisa diselesaikan dengan menyamakan bilangan pokok. Soal urutan operasi menguji ketelitian: semua opsi pengecoh biasanya hasil dari mengerjakan operasi dengan urutan yang salah.
Aturan
Sifat pangkat (a ≠ 0):
- aᵐ × aⁿ = aᵐ⁺ⁿ dan aᵐ : aⁿ = aᵐ⁻ⁿ
- (aᵐ)ⁿ = aᵐˣⁿ dan (a × b)ⁿ = aⁿ × bⁿ
- a⁰ = 1 dan a⁻ⁿ = 1/aⁿ
Akar: √(a × b) = √a × √b, dan √a = a^(1/2). Geser koma: √0,0049 = 0,07 karena 0,07² = 0,0049.
Wajib hafal: kuadrat 11 sampai 25 (misalnya 13² = 169, 17² = 289, 24² = 576), 2¹ sampai 2¹⁰ (2¹⁰ = 1.024), dan 3¹ sampai 3⁵ (3⁵ = 243).
Urutan operasi: kurung → pangkat dan akar → kali dan bagi (dari kiri ke kanan) → tambah dan kurang (dari kiri ke kanan). Kali tidak lebih dulu dari bagi; keduanya dikerjakan sesuai urutan dari kiri.
Sumber: Sifat bilangan berpangkat dan urutan operasi hitung; kisi-kisi TIU numerik (KepmenPANRB 321/2024)
Nilai dari 2⁵ × 4³ : 8⁴ adalah …
Nilai dari 24 − 6 : 3 × 2 + 2² adalah …
Nilai dari √0,0049 + √1,44 adalah …
Jebakan
−3² tidak sama dengan (−3)². Tanpa kurung, pangkat dikerjakan dulu: −3² = −9, sedangkan (−3)² = 9. Jebakan lain: 2³ × 3³ = 6³ = 216, bukan 6⁹. Pangkat hanya dijumlahkan kalau bilangan pokoknya sama.
Inti untuk ujian
Samakan bilangan pokok sebelum menghitung pangkat, dan kerjakan kali-bagi lalu tambah-kurang dari kiri ke kanan.