Materi TWK — Bahasa Indonesia (Kata Baku & Ejaan/PUEBI)
Subtes: TWK (Tes Wawasan Kebangsaan) · 30 soal · skor maksimal 150. Selain Pancasila, UUD 1945, dan NKRI, TWK juga menguji kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar: kata baku, ejaan, dan penulisan yang sesuai kaidah. Ini "poin cepat" — tidak butuh hitungan, hanya ketelitian dan hafalan.
Sebelum lanjut, cek target ambang batas skor TWK (acuan 65 untuk CPNS 2024, tidak resmi untuk 2026). Materi ini melengkapi topik TWK lain seperti pilar kebangsaan dan Pancasila.
PUEBI dan EYD Edisi V
Pedoman ejaan resmi bahasa Indonesia sempat dikenal sebagai PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia) sejak 2015. Sejak tahun 2022, pedoman ini diperbarui dan disebut kembali sebagai Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V. Untuk keperluan SKD, keduanya mengatur prinsip yang sama: kata baku, huruf kapital, kata depan, dan penulisan kata serapan.
Kata Baku vs Tidak Baku
Kata baku adalah bentuk yang sesuai kaidah dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Berikut daftar yang paling sering keluar — hafalkan bentuk baku (kiri):
| Baku |
Tidak baku |
| apotek |
apotik |
| atlet |
atlit |
| jadwal |
jadual |
| izin |
ijin |
| risiko |
resiko |
| analisis |
analisa |
| praktik |
praktek |
| objek |
obyek |
| November |
Nopember |
| zaman |
jaman |
| napas |
nafas |
| sekadar |
sekedar |
| silakan |
silahkan |
| antre |
antri |
| cendera mata |
cinderamata |
| kualitas |
kwalitas |
| hakikat |
hakekat |
| nasihat |
nasehat |
| karier |
karir |
| ekstrem |
ekstrim |
| provinsi |
propinsi |
| teladan |
tauladan |
| imbau |
himbau |
| utang |
hutang |
| saraf |
syaraf |
Penulisan Kata Depan "di" dan "ke"
Ini salah satu jebakan favorit penyusun soal:
- Kata depan "di" dan "ke" menunjukkan tempat/arah dan ditulis terpisah: di rumah, di sana, di kantor, ke pasar, ke mana, ke sini.
- Awalan (imbuhan) "di-" dan "ke-" menyatakan perbuatan/urutan dan ditulis serangkai: dimakan, ditulis, dibaca, ketua, kedua.
Trik cepat: jika bisa diganti dengan lawan katanya "dari" atau menunjuk tempat, berarti kata depan (ditulis terpisah). Jika menempel pada kata kerja, berarti awalan (ditulis serangkai).
Contoh benar: Buku itu dibaca di perpustakaan.
Aturan Huruf Kapital yang Sering Diuji
- Awal kalimat dan nama diri (orang, tempat, hari, bulan): Senin, Agustus, Jakarta, Soekarno.
- Nama bangsa, suku, bahasa: bangsa Indonesia, suku Jawa, bahasa Sunda.
- Nama jabatan/gelar hanya jika diikuti nama: Presiden Soekarno (kapital), tetapi seorang presiden (kecil).
- Nama diri geografi: Danau Toba, Gunung Merapi — kapital. Namun danau, gunung sebagai kata umum ditulis kecil.
- Bukan kapital untuk nama jenis: jeruk bali, kunci inggris, gula jawa (karena sudah menjadi nama jenis, bukan menunjuk daerah).
Penulisan Kata Serapan & Gabungan
- Kata serapan mengikuti penyesuaian ejaan: system → sistem, quality → kualitas, technique → teknik, complex → kompleks.
- Gabungan kata umumnya ditulis terpisah: terima kasih, tanggung jawab, orang tua, sumber daya, tanda tangan, kerja sama.
- Beberapa gabungan yang sudah padu ditulis serangkai: matahari, kacamata, olahraga, saputangan, bumiputra, daripada.
- Imbuhan gabungan (awalan + akhiran sekaligus) menyatukan gabungan kata: bertanggung jawab (terpisah) menjadi pertanggungjawaban (serangkai).
Contoh Soal & Pembahasan
Contoh 1 — Kata Baku
Q: Penulisan kata baku yang benar adalah…?
a. apotik, resiko, ijin — b. apotek, risiko, izin — c. apotek, resiko, ijin
A: b. Ketiganya sesuai KBBI: apotek, risiko, izin.
Contoh 2 — Kata Depan
Q: Kalimat dengan penulisan "di" yang benar adalah…?
a. Ia sedang dikantor. — b. Ia sedang di kantor.
A: b. "di" di sini menunjukkan tempat, jadi ditulis terpisah.
Contoh 3 — Huruf Kapital
Q: Penulisan yang benar…?
a. Kami membeli Jeruk Bali. — b. Kami membeli jeruk bali.
A: b. "jeruk bali" adalah nama jenis buah, bukan menunjuk Pulau Bali, jadi huruf kecil.
Jebakan yang Sering Terjadi
- Mengira kata sehari-hari sudah baku — padahal ijin, praktek, resiko justru tidak baku.
- Menyatukan kata depan "di" dengan kata tempat (dirumah → salah, seharusnya di rumah).
- Mengapitalkan nama jenis (Gula Jawa → salah, seharusnya gula jawa).
- Memisahkan gabungan yang sudah padu (mata hari → salah, seharusnya matahari).
Langkah Belajar Selanjutnya
Bahasa Indonesia adalah bagian TWK yang paling mudah "dipanen" poinnya — modalnya cuma ketelitian dan hafalan kata baku. Konsistensi mencatat dan mengulang jauh lebih ampuh daripada menghafal semalam sebelum ujian.