Materi TIU — Figural: Analogi, Ketidaksamaan & Serial Gambar
Subtes: TIU (Tes Intelegensia Umum) · bagian figural · 35 soal · skor maksimal 175. Jawaban benar +5, salah atau kosong 0. Soal figural menguji penalaran lewat gambar dan pola visual, bukan kata atau angka. Banyak peserta menganggapnya sulit karena tidak ada rumus — padahal justru bisa dikerjakan cepat kalau kamu tahu apa yang harus diamati.
Kemampuan figural menilai penalaran spasial: bagaimana kamu mengenali pola, perubahan, dan hubungan antar bentuk. Sebelum mulai, pahami strategi TIU secara umum dan target ambang batas skor TIU (acuan 80 untuk CPNS 2024, tidak resmi untuk 2026).
Tiga Tipe Soal Figural
| Tipe |
Yang ditanya |
Analogi verbalnya |
| Analogi gambar |
Lanjutkan hubungan: gambar A→B seperti C→… |
Mirip analogi kata |
| Ketidaksamaan gambar |
Cari gambar yang berbeda pola dari yang lain |
Mirip kelompok kata |
| Serial/deret gambar |
Tentukan gambar berikutnya dalam urutan |
Mirip deret angka |
Ketiganya bertumpu pada kemampuan mengenali aturan perubahan dari satu gambar ke gambar berikutnya.
Apa yang Harus Diamati pada Setiap Gambar
Saat menghadapi soal figural, pindai gambar berdasarkan aspek-aspek ini satu per satu:
- Rotasi — apakah bentuk berputar (90°, 180°) searah atau berlawanan jarum jam?
- Jumlah — apakah jumlah objek/sisi/titik bertambah atau berkurang secara teratur?
- Posisi — apakah objek berpindah tempat (atas→bawah, kiri→kanan)?
- Ukuran — apakah objek membesar atau mengecil?
- Bayangan/arsir — apakah pola hitam-putih atau arsiran berganti?
- Cerminan (refleksi) — apakah gambar dibalik seperti di cermin?
Sering kali dua aturan berjalan sekaligus (misalnya berputar sekaligus bertambah titik). Periksa tiap aspek terpisah agar tidak terkecoh.
Analogi Gambar
Konsepnya sama dengan analogi kata: temukan hubungan pada pasangan pertama, terapkan ke pasangan kedua. Jika bangun pada pasangan pertama berputar 90° searah jarum jam, maka pasangan kedua juga harus mengikuti aturan yang sama persis.
Ketidaksamaan Gambar
Empat atau lima gambar disajikan; satu tidak mengikuti pola. Langkahnya: cari aturan yang mengikat mayoritas (misalnya "semua sudut tumpul", "semua berjumlah sisi genap"), lalu buang yang menyalahi aturan itu. Sering pembedanya soal arah cermin: empat gambar bisa saling diputar, satu justru merupakan bayangan cermin.
Serial/Deret Gambar
Deret gambar meminta kelanjutan pola. Tentukan aturan dari gambar 1→2→3, buktikan aturan itu konsisten, baru pilih gambar ke-4. Contoh pola umum: titik bertambah satu tiap langkah, atau bentuk berputar 45° tiap langkah.
Contoh Soal & Pembahasan
Contoh 1 — Analogi gambar
Q: Segitiga menghadap atas : segitiga menghadap kanan = panah menghadap atas : … ?
A: Panah menghadap kanan. Polanya: objek berputar 90° searah jarum jam. Terapkan aturan yang sama ke pasangan kedua.
Contoh 2 — Ketidaksamaan
Q: Lima bangun: empat di antaranya bisa saling diputar menjadi sama, satu adalah bayangan cerminnya. Mana yang berbeda?
A: Yang merupakan cerminan (refleksi). Rotasi tidak pernah menghasilkan bentuk cermin, sehingga gambar itulah yang tidak sekelompok.
Contoh 3 — Serial gambar
Q: Deret: satu titik, dua titik, tiga titik, … ?
A: Empat titik. Aturan: jumlah titik bertambah satu tiap langkah. Bila disertai rotasi, cek juga arah putarannya.
Jebakan yang Sering Bikin Salah
- Hanya melihat satu aturan. Bila ada rotasi dan penambahan, memilih berdasarkan salah satu saja akan keliru. Periksa semua aspek.
- Tertukar rotasi dengan cerminan. Bentuk hasil putaran tetap "berorientasi sama", sedangkan cerminan terbalik seperti di kaca.
- Terpaku pada bentuk, lupa arsiran. Kadang bentuknya sama, yang berubah justru pola hitam-putihnya.
- Menebak dari "yang terlihat rapi". Figural menuntut aturan yang konsisten, bukan tebakan estetika.
Langkah Selanjutnya
- Latih mata mengenali rotasi dan cerminan lewat banyak soal — figural sangat bergantung pada jam terbang.
- Kerjakan paket simulasi CAT bertimer agar terbiasa membaca gambar dengan cepat.
- Hubungkan polanya dengan analogi kata dan deret angka — logikanya sejalan.
- Cek ambang batas skor dan atur ritme belajar sesuai jadwal seleksi.
Soal figural tidak butuh rumus, hanya kebiasaan mengamati. Begitu matamu terlatih memindai rotasi, jumlah, dan cerminan secara sistematis, tipe soal ini justru bisa dikerjakan lebih cepat daripada soal numerik.